sungguh hatiku hancur bertabur pilu,
mengenang semua yang berlalu,
rangkaian kata yang ku tulis ini,
hanya pelampiasan diri,
sedih terlanjur mengiris hati,
mati rasaku hingga kini,
sirna laku yang kuberikan,
cuma jadi butir kenangan,
meski tak kuteteskan air mata,
dalam hati, siapa yang mengira,
musnah jiwa ku,
runtuh kepercayaanku,
bila harus mengahiri,
akupun sebenarnya tak sudi,
sebentar lagi dirimu bukan menjadi miliku,
selekaslah kamu tinggalkan aku,
lupakan aku, kamu bukan punyaku,
kamu adalah miliknya, yaitu calon suamimu,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar